Tingkatkan Imun dengan Makan Ayam

Aktivitas harian yang padat dan tidak diimbangi dengan konsumsi nutrisi yang cukup, kerap menyebabkan seseorang mudah kelelahan, pada kondisi seperti ini kita rentan terserang atau terinfeksi suatu penyakit dikarena kondisi imun tubuh yang lemah. Hal ini ditegaskan pula dalam Artikel RSC Food Analysis Monographs yang menyatakan bahwa malnutrisi (kekurangan gizi) menjadi penyebab paling umum dari defisiensi imun di seluruh dunia.

Untuk meningkatkan imunitas atau pembentukan sel sel imun dibutuhkan beberapa makronutrien salah satunya adalah protein. Protein hewani dinilai lebih unggul jika dibandingkan dengan nabati, karena kandungan asam amino yang lengkap. Mengkonsumsi protein hewani misalnya daging ayam sudah bisa mencukupi kebutuhan protein harian. American College of Sport Nutrition merekomendasikan bagi orang yang memiliki aktivitas padat untuk mengkonsumsi 1,2-2,0 g protein/kg bobot badan. Iika dikonversi maka mengkonsumsi 200-300 gr daging ayam sehari sudah cukup, mengingat kandungan protein ayam yang cukup tinggi yaitu 20-30% (Bionatur, 2018) dan sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan protein bagi kita yang beraktivitas tidak terlalu berat, yaitu 0.8 g protein/kg bobot badan.

Source: pahamify.com

Keunggulan lain dari daging ayam adalah memiliki harga relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya seperti daging kambing dan sapi, lebih mudah dijangkau oleh semua kalangan, sehingga cocok untuk kita yang sedang mengatur pengeluaran isi kantong, kita bisa lebih hemat namun tetap memperoleh nutrisi yang berkualitas.

Nutrisi yang diperoleh dari konsumsi daging ayam tersebut akan dirombak tubuh untuk pembentukan sel sel imun yang berperan penting untuk menghambat infeksi suatu zat atau organisme yang merugikan.  Sehingga seberat atau sepadat apapun aktivitas kita, tidak menjadi masalah selama kebutuhan harian nutrisi sudah tercukupi. Selain itu konsumsi daging ayam ini kita imbangi dengan konsumsi buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan serat tubuh kita.

Sumber :
The Royal Society of Chemistry, www.rsc.org
Jurnal Ilmiah Bionature, Volume 19 nomor 2, oktober 2018

Lihat Produk dari Kami

Leave your thought